Tampilkan postingan dengan label PLN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Januari 2011

PLC 2

POWER LINE COMMUNICATION

PENGERTIAN
Power line komunikasi atau daya pembawa line (PLC), juga dikenal sebagai garis Power Digital Subscriber Line (PDSL), komunikasi induk, telekomunikasi listrik line (WBP), daya jaringan line (PLN), atau Broadband lebih dari Power Lines (BPL) adalah sistem untuk membawa data pada konduktor juga digunakan untuk transmisi tenaga listrik .
daya listrik ditransmisikan melalui jalur transmisi tegangan tinggi, yang didistribusikan melalui tegangan menengah, dan digunakan di dalam gedung pada tegangan rendah. Powerline komunikasi dapat diterapkan pada setiap tahap.  Kebanyakan teknologi PLC membatasi diri untuk satu set kabel (misalnya, tempat kabel), tetapi beberapa dapat silang antara dua tingkat (misalnya, baik jaringan distribusi dan kabel tempat). Biasanya trafo mencegah menyebarkan sinyal, yang memerlukan beberapa PLC teknologi yang akan digunakan untuk membentuk jaringan yang sangat besar.

PERANGKAT PLC
Perangkat-perangkat yang dibutuhkan dalam merealisaikan jaringan akses PLC yaitu Base Station, Modem, Repeater, dan Gateway. Base Station dan Modem adalah perangkat dasar dari sistem PLC. Tugas utama dari perangkat dasar adalah persiapan sinyal dan konversinya yang untuk selanjutnya ditransmisikan melalui kabel listrik dan akan ditangkap di penerima.

overview jaringan plc.jpg
·         Medium-voltage master (MM) : perangkat yang menghubungkan jaringan backbone dengan MV-PLC.
·         Medium-voltage slave (MS) dan low-voltage master (LM) : perangkat yang mengubah sinyal antara LV-PLC dan MV-PLC.
·         Low-voltage slave (LS) : perangkat yang mengubah sinyal antara LM dan perangkat user di rumah.
·         Repeater (Re) : perangkat yang menguatkan sinyal antar modem MV-PLC
 Berikut ini penjelasan fungsi dari masing-masing perangkat PLC :
  • Modem


fungsi dari modem plc.jpg

Sebuah Modem PLC merupakan alat dasar komunikasi data yang digunakan oleh pengguna melalui media transmisi kabel listrik. Pada sisi pengguna ada beberapa standard interface yang dapat digunakan, misalnya Ethernet USB dan RG45. Pada sisi lainnya Modem PLC ini dihubungkan dengan kabel listrik yang menggunakan metode kopling khusus sehingga dapat menginjeksikan sinyal data ke media kabel listrik dan dapat diterima di sisi penerima.

Kopling tersebut berguna untuk memastikan pemisahan listrik dengan aman dan juga berguna sebagai high pass filter yang memisahkan sinyal komunikasi diatas frekuensi 9 kHz dari frekuensi daya listrik 50 atau 60 Hz. Untuk mengurangi emisi elektromagnetik dari saluran listrik, kopling tersebut bekerja diantara 2 fasa pada area akses dan antara sebuah fasa dan pada konduktor yang netral di area dalam rumah. Modem PLC ini melakukan semua fungsinya pada layer fisik termasuk modulasi dan pengkodean.
Data link juga dilakukan pada Modem PLC ini termasuk MAC dan LLC sublayer
  • Base Station


fungsi dari base station.jpg

 Sebuah Base Station PLC menghubungkan sistem akses dari PLC ke jaringan backbone. Base Station ini merealisasikan hubungan antara jaringan komunikasi backbone dan media transmisi kabel listrik. Namun, Base Station tidak menghubungkan perangkat pengguna secara sendiri, tetapi dapat menyediakan jaringan komunikasi multiple, seperti xDSL, SDH untuk koneksi jaringan kecepatan tinggi, WLL untuk koneksi wireless, dan lainnya. Dengan cara ini, sebuah Base Station dapat digunakan untuk merealisasikan hubungan dengan jaringan Backbone menggunakan teknologi komunikasi yang bervariasi.

Biasanya Base Station mengontrol jaringan akses PLC. Namun, realisasi dari jaringan kontrol atau fungsi khususnya dapat direalisasikan dalam cara terdistribusi. Pada kasus khusus setiap Modem PLC dapat mengambil alih kontrol sebuah jaringan operasi dan perealisasian hubungan dengan jaringan backbone
  • Repeater
 Dalam beberapa kasus, jarak antara pengguna PLC yang ditempatkan di jaringan layanan low-voltage dan Base Station terlalu jauh untuk saling terhubung. Agar dapat terealisasi maka dibutuhkan beberapa Repeater. Repeater berfungsi membagi jaringan menjadi beberapa segmen, dan dapat mengubah jangkauan yang dapat dicakupi oleh jaringan sistem PLC. Segmen atau tingkatan pada jaringan dipisah dengan menggunakan frekuensi yang berbeda-beda. Cara kerjanya yaitu Repeater menerima sinyal transmisi pada frekuensi f1, dikuatkan dan diinjeksikan ke jaringan namun dalam bentuk frekuensi f2. Namun, Repeater tidak mengubah isi dari informasi yang ditransmisikan.


fungsi dari repeater.jpg


 
  • Gateway
Ada 2 pendekatan untuk koneksi yang dapat dilakukan oleh pengguna PLC melalui soket dinding ke jaringan sistem PLC:
1.    Direct connection, yaitu koneksi langsung

2.   


koneksi pengguna menggunakan gateway.jpg

Indirect connection over a Gateway, yaitu koneksi melalui Gateway Pada kasus pertama, Modem PLC langsung dihubungkan ke seluruh jaringan Low-voltage dan juga langsung terkoneksi ke Base Station. Tidak ada pembagian antara area outdoor dan indoor, dan sinyal komunikasi ditransmisikan melalui unit Power meter. Namun, layanan pada jaringan Power Supply indoor dan outdoor sangatlah berbeda, yang dikarenakan masalah tambahan lain yaitu karakteristik dari saluran transmisi dan masalah kesesuaian elektromagnet.
Oleh karena itu, pada sistem indirect connection digunakan sebuah Gateway dan sering digunakan sebagai solusi untuk direct connection. Gateway digunakan untuk membagi jaringan akses PLC dengan jaringan PLC di dalam rumah. Gateway juga mengkonversikan atau mengubah sinyal yang ditransmisikan antara frekuensi yang digunakan wilayah akses rumah. Biasanya diletakkan dekat dengan meteran listrik. Fungsi tambahan lainnya yaitu memastikan pembagian akses dalam sebuah pada logical network. Sehingga Modem PLC yang ada pada area ruang lingkup sebuah atau rumah dapat saling berkomunikasi tanpa khawatir informasi akan keluar ke area akses. Pada kasus ini, sebuah Gateway PLC berfungsi sebagai local Base station yang mengontrol komunikasi antara Modem PLC internal dan juga antar alat internal dan sebuah akses network. Umumnya sebuah Gateway dapat diletakkan dimanapun di dalam jaringan akses PLC untuk menyediakan sinyal regenerasi (fungsi sebagai Repeater) dan juga pembagi jaringan pada level logical. Dengan cara ini, sebuah PLC dapat dibagi menjadi beberapa subnetwork yang menggunakan media transmisi fisik yang sama



koneksi pengguna tanpa melalui gateway.jpg


Pada gambar  dapat dilihat, kedua Gateway dioperasikan sebagai Repeater yang mengkonversikan sinyal transmisi antar frekuensi f1 dan f2(atau f2 dan f3), sama baik dengan f2 dan f3(atau f2 dan f3). Komunikasi antar anggota dari subnetwork dan Base station sangat mungkin jika melalui Gateway yang bertanggung jawab. Namun, jaringan tersebut dapat diatur sehingga Base Station tersebut langsung mengontrol sejumlah pengguna (subnetwork I). Gateway tersebut dihubungkan ke jaringan dengan cara yang sama seperti Repeater. Kesimpulannya, jumlah yang meningkat dari Gateway dalam sebuah jaringan PLC mengurangi kapasitas dan mengakibatkan biaya yang tinggi. Namun, saat Repeater hanya menyediakan sinyal sederhana yang diteruskan, Gateway dapat menyediakan layanan pembagian secara pintar pada sumber jaringan yang ada, dan memastikan jaringan yang lebih efisien


gateway pada jaringan plc.jpg

PLC 3


Nama:Fendi yusuf s(17)
Ikhsan p (21)

Pengertian ?????


ALAT

Perangkat PowerLine Communication
Perangkat-perangkat yang dibutuhkan dalam merealisaikan jaringan PLC yaituBase Station, Modem, Repeater, dan Gateway. Base Station dan Modem adalah perangkat dasar dari sistem PLC. Tugas utama dari perangkat dasar adalah persiapan sinyal dan konversinya yang untuk selanjutnya ditransmisikan melalui kabel listrik dan akan ditangkap di penerima. Berikut ini penjelasan fungsi dari masing-masing perangkat PLC

a. Modem
Sebuah Modem PLC merupakan alat dasar komunikasi data yang digunakan oleh pengguna melalui media transmisi kabel listrik. Pada sisi pengguna ada beberapa standard interface yang dapat digunakan, misalnya Ethernet dan USB dan RJ45. Pada sisi lainnya Modem PLC ini dihubungkan dengan kabel listrik yang menggunakan metode kopling khusus sehingga dapat menginjeksikan sinyal data ke media kabel listrik dan dapat diterima di sisi penerima.
Kopling tersebut berguna untuk memastikan pemisahan listrik dengan aman dan juga berguna sebagai high pass filter yang memisahkan sinyal komunikasi diatas frekuensi 9 kHz dari frekuensi daya listrik 50 atau 60 Hz. Untuk mengurangi emisi elektromagnetik dari saluran listrik, kopling tersebut bekerja diantara 2 fasa pada area akses dan antara sebuah fasa dan pada konduktor yang netral di area dalam rumah. Modem PLC ini melakukan semua fungsinya pada layer fisik termasuk modulasi dan pengkodean. Data link juga dilakukan pada Modem PLC ini termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC (logical Link Control) sublayer

b. Base Station
Sebuah Base Station PLC menghubungkan sistem akses dari PLC ke jaringanbackbone. Base Station ini merealisasikan hubungan antara jaringan komunikasibackbone dan media transmisi kabel listrik. Namun, Base Station tidak menghubungkan perangkat pengguna secara sendiri, tetapi dapat menyediakan jaringan komunikasi multiple, seperti xDSL, SDH untuk koneksi jaringan kecepatan tinggi, WLL untuk koneksi wireless, dan lainnya. Dengan cara ini, sebuah Base Station dapat digunakan untuk merealisasikan hubungan dengan jaringanBackbone menggunakan teknologi komunikasi yang bervariasi.
Biasanya Base Station mengontrol jaringan akses PLC. Namun, realisasi dari jaringan kontrol atau fungsi khususnya dapat direalisasikan dalam cara terdistribusi. Pada kasus khusus setiap Modem PLC dapat mengambil alih kontrol sebuah jaringan operasi dan perealisasian hubungan dengan jaringan backbone

c. Repeater
Dalam beberapa kasus, jarak antara pengguna PLC yang ditempatkan di jaringan layanan low-voltage dan Base Station terlalu jauh untuk saling terhubung. Agar dapat terealisasi maka dibutuhkan beberapa Repeater. Repeater berfungsi membagi jaringan menjadi beberapa segmen, dan dapat mengubah jangkauan yang dapat dicakupi oleh jaringan sistem PLC. Segmen atau tingkatan pada jaringan dipisah dengan menggunakan frekuensi yang berbeda-beda. Cara kerjanya yaitu Repeater menerima sinyal transmisi pada frekuensi f1, dikuatkan dan diinjeksikanke jaringan namun dalam bentuk frekuensi f2. Namun, Repeatertidak mengubah isi dari informasi yang ditransmisikan

d. Gateway
Ada 2 pendekatan untuk koneksi yang dapat dilakukan oleh pengguna PLC melalui soket dinding ke jaringan sistem PLC:
1. Direct connection, yaitu koneksi langsung
2. Indirect connection over a Gateway, yaitu koneksi melalui Gateway

Pada kasus pertama, Modem PLC langsung dihubungkan ke seluruh jaringan Lowvoltage dan juga langsung terkoneksi ke Base Station. Tidak ada pembagian antara area outdoor dan indoor, dan sinyal komunikasi ditransmisikan melalui unitPower meter. Namun, layanan pada jaringan Power Supply indoor dan outdoorsangatlah berbeda, yang dikarenakan masalah tambahan lain yaitu karakteristik dari saluran transmisi dan masalah kesesuaian elektromagnet.

Oleh karena itu, pada sistem indirect connection digunakan sebuah Gateway dan sering digunakan sebagai solusi untuk the direct connection. Gateway digunakan untuk membagi jaringan akses PLC dengan jaringan PLC di dalam gedung atau rumah. Gateway juga mengkonversikan atau mengubah sinyal yang ditransmisikan antara frekuensi yang digunakan wilayah akses dan area gedung atau rumah. Biasanya diletakkan dekat dengan meteran listrik. Fungsi tambahan lainnya yaitu memastikan pembagian akses dalam sebuah rumah atau gedung pada logical network. Sehingga, Modem PLC yang ada pada area ruang lingkup sebuah gedung atau rumah dapat saling berkomunikasi tanpa khawatir informasi akan keluar ke area akses. Pada kasus ini, sebuah Gateway PLC berfungsi sebagai localBase station yang mengontrol komunikasi antara Modem PLC internal dan juga antar alat internal dan sebuah akses network. Umumnya sebuah Gateway dapat diletakkan dimanapun di dalam jaringan akses PLC untuk menyediakan sinyal regenerasi(fungsi sebagai Repeater) dan juga pembagi jaringan pada level logical. Dengan cara ini, sebuah PLC dapat dibagi menjadi beberapa subnetwork yang menggunakan media transmisi fisik yang sama.

Kedua Gateway dioperasikan sebagai Repeater yang mengkonversikan sinyal transmisi antar frekuensi f1 dan f2(atau f2 dan f3), sama baik dengan f2 dan f3(atauf2 dan f3). Komunikasi antar anggota dari subnetwork dan Base station sangat mungkin jika melalui Gateway yang bertanggung jawab Namun, jaringan tersebut dapat diatur sehingga Base Station tersebut langsung mengontrol sejumlah pengguna (subnetwork I). Gateway tersebut dihubungkan ke jaringan dengan cara yang sama seperti Repeater. Kesimpulannya, jumlah yang meningkat dari Gatewaydalam sebuah jaringan PLC mengurangi kapasitas dan mengakibatkan biaya yang tinggi. Namun, saat Repeater hanya menyediakan sinyal sederhana yang diteruskan, Gateway dapat menyediakan layanan pembagian secara pintar pada sumber jaringan yang ada, dan memastikan jaringan yang lebih efisien

Rabu, 05 Januari 2011

PLC 1

Kelompok:
1) Lintang Rainamaya Nursanti   9B / No.17
2) Mellana Dwi Astuti                   9B / No.18


Pendahuluan


1. Internet
Internet (Interconnection Networking) adalah sekumpulan perangkat (pc, printer, router, dll), sering disebut dengan host yang saling terhubung satu sama lain membentuk sebuah jaringan yang luas untuk memberikan layanan komunikasi dan sumberdaya informasi bagi penggunanya. Komunikasi terjadi melalui sebuah media transmisi yang menghubungkan antar host. Ditinjau dari jenis media transmisi, maka hubungan/koneksi internet yang ada saat ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

1.1 Koneksi kabel
Jenis koneksi ini memanfaatkan kabel sebagai media transmisinya. Banyak jenis kabel yang dapat digunakan sebagai media transmisi yang mendukung kecepatan transfer tertentu (Coaxial, UTP, STP, Fiber, dll). Terdapat banyak jenis koneksi kabel seperti misalnya Dial-Up, ADSL, dll.

1.2 Koneksi nirkabel (wireless)
wireless adalah teknologi tanpa kabel, dalam hal ini adalah melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Wireless LAN menggunakan gelombang elektromagetik (radio dan infra merah) untuk melakukan komunikasi data menyalurkan data dari satu point ke point yang lain tanpa melalui fasilitas fisik. Koneksi ini menggunakan frekuensi tertentu untuk menyalurkan data tersebut, kebanyakan Wireless LAN menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Frekuensi inilah yang disebut dengan Industrial, Scientific and Medical Band atau sering disebut ISM Band, seperti telah dijelaskan di atas.

2. PENGERTIAN PLC - Trasmisi melalui jaringan kabel listrik

Power Line Communication (PLC) atau komunikasi melalui kabel listrik, juga dikenal sebagai Power Line Digital Subscriber Line (PDSL), mains communication, Power Line Telecom (PLT), Power Line Networking (PLN), atau Broadband over Power Lines (BPL) adalah sistem untuk membawa data pada konduktor yang juga digunakan untuk transmisi tenaga listrik. Sehingga jaringan listrik selain berfungsi sebagai sumber listrik juga menjadi media penghantar komunikasi.
2.1 Teknis
Komunikasi melalui media ini dapat digunakan di rumah untuk interkoneksi komputer rumah (dan peripheral jaringan), serta semua perangkat hiburan rumah (termasuk TV, player Blu-ray, konsol game dan Internet video kotak seperti Apple TV, Roku, KodakTeater, dll) yang memiliki port Ethernet. Konsumen dapat membeli satu set adaptor powerline di toko elektronik yang membuat sambungan kabel dengan menggunakan kabel listrik yang ada di rumah. Adaptor powerline tinggal dicolokkan ke stopkontak dinding (atau ke kabel sambungan atau strip daya, namun tidak ke setiap unit dengan surge suppression dan penyaringan, karena hal ini dapat mengalahkan sinyal) dan kemudian terhubung melalui CAT5 ke router rumah itu. Kemudian, adaptor kedua (atau ketiga, keempat, kelima) dapat terpasang di setiap outlet lain untuk memberikan jaringan instant dan akses Internet ke Blu-ray player Ethernet-lengkap, game konsol (PS3, Xbox 382, dll) laptop atau TV Internet (juga disebut OTT untuk video over-the-Top) yang dapat mengakses dan melakukan streaming konten video ke TV. Standar jaringan yang paling mapan dan banyak digunakan untuk produk ini, adaptor powerline, adalah dari HomePlug Powerline Alliance.

Broadband Over Powerline (BPL)  atau Broadband melalui kabel listrik merupakan jaringan lastmile untuk layanan multimedia (suara, data, dan video) dengan media transmisi kabel listrik. Secara teknis, layanan Internet lewat kabel listrik ini dinamakan Broadband Melalui kabel yaitu transfer data dilakukan melalui jaringan kabel listrik dengan teknologi PLC. 

BPL terdiri atas gateway yang ditempatkan di dekat trafo yang disambungkan di kabel sebagai interface dari jaringan BPL ke jaringan IP (Internet). Repeater ditempatkan di tiang listrik sebagai penguat sinyal yang berjarak antara 350 – 500 meter bergantung dari kondisi jaringan listrik yang ada. CPE merupakan modem BPL di sisi pelanggan. Perangkat BPL menumpangkan frekuensi carrier antara 2 – 30 MHz pada jaringan listrik PLN yang bekerja pada 50 Hz untuk meneruskan informasi multimedia dari dan ke pelanggan yang menggunakan BPL. Dengan terpasangnya BPL gateway dan BPL repeater maka semua soket listrik di rumah telah memungkinkan untuk layanan multimedia atau internet.
2.2 Manfaat
Sistem pembawa saluran listrik telah lama menjadi favorit di banyak utilitas karena memungkinkan mereka untuk dapat memindahkan data melalui infrastruktur yang mereka kontrol. Banyak teknologi mampu menjalankan beberapa aplikasi.
  • PLC merupakan salah satu teknologi yang digunakan dalam industri membaca meter otomatis. Keduanya, sistem satu arah dan sistem dua-arah, telah berhasil digunakan selama beberapa dekade. Ketertarikan dalam aplikasi ini meningkat dengan pesat dalam sejarah baru-baru ini -- tidak begitu banyak karena ada ketertarikan dalam mengotomatisasi proses manual, tetapi karena ada ketertarikan dalam memperoleh data baru dari semua titik meteran dalam rangka untuk kontrol yang lebih baik dan mengoperasikan sistem. PLC adalah salah satu teknologi yang digunakan di sistem Advanced Metering Infrastructure (AMI).
  • Dengan cara satu-(inbound saja) sistem, pembacaan "meluap" dari perangkat akhir (meter yaitu), melalui infrastruktur komunikasi, ke sebuah "master station" yang menerbitkan bacaan. Sistem satu arah mungkin dengan biaya lebih rendah daripada sistem dua arah, tetapi juga sulit untuk mengkonfigurasi ulang harus perubahan lingkungan operasi.
  • Dalam sistem dua arah (mendukung kedua outbound dan inbound), perintah dapat siaran dari stasiun master untuk mengakhiri perangkat (meter) - memungkinkan untuk rekonfigurasi jaringan, atau untuk memperoleh bacaan, atau untuk menyampaikan pesan. Perangkat pada akhir jaringan kemudian dapat merespon (inbound) dengan pesan yang membawa nilai yang diinginkan. pesan Outbound disuntikkan pada gardu utilitas akan merambat ke semua titik hilir. Jenis siaran memungkinkan sistem komunikasi untuk secara bersamaan mencapai ribuan alat-semua yang dikenal untuk memiliki kekuatan, dan telah sebelumnya diidentifikasi sebagai kandidat untuk beban gudang. PLC juga dapat menjadi komponen dari suatu jaringan listrik pintar.

2.3 Advantages & Disadvantages

2.3.1 Kelebihan

Keuntungan pengembangan jaringan dengan memanfaatkan teknologi BPL adalah:
  • Teknologi BPL sangat mudah untuk diimplementasikan dengan cepat pada berbagai kondisi dan situasi.
  • Pengembangan struktur jaringan mudah
  • Mempunyai bandwidth yang memadai dan bisa dikembangkan
  • Mendukung keamanan jaringan
  • Sinyal dapat menempuh jarak yang jauh
  • Kompatibilitas dan Interoperabilitas; standar teknologi yang digunakan produk dipasaran memungkinkan interaksi antar jenis, tipe dan merk yang berbeda
  • Resource Sharing, konsep implementasi teknologi ini berbagi pakai sumber daya yang sama semaksimal mungkin.
  • Penyediaan infrastruktur komunikasi terbuka untuk Gedung Multihuni (Multi Tenant Unit – MTU)
Sebuah konsep dimana membuat gudung siap internet, yang juga sering dikenal sebagai Internet Ready Building (IRB). IRB menyediakan model akses komunikasi kecepatan tinggi dengan sasaran utama gedung komersial dan residensial. Dengan diimplementasikannya sistem BPL (Broadband over Powerline) ini maka layanan-layanan telekomunikasi dapat diseberluaskan dengan cepat dan tanpa memerlukan pembangunan prasarana baru.

2.3.2 Kekurangan

  • Saluran listrik secara inheren merupakan lingkungan yang penuh dengan noise; setiap kali perangkat dinyalakan atau dimatikan, sebuah pop atau klik akan muncul ke dalam baris.
  • Alat hemat energi sering memperkenalkan harmonisasi noise ke dalam baris.
Sehingga sistem tersebut harus dirancang untuk menangani gangguan ini. BPL harus dapat menangkap ini sebagai isyarat alam dan bekerja di sekitar mereka. Untuk alasan ini BPL dapat dianggap sebagai pertengahan antara transmisi nirkabel (di mana juga ada sedikit kontrol media melalui sinyal yang merambat) dan kabel transmisi (tapi tidak membutuhkan semua kabel baru).
3. ALAT YANG DIBUTUHKAN
a. Modem 
b. Base Station
c. Repeater
d. Gateway
e. Coupler
f. Wireless Access Point

POWER LINE COMMUNICATION

PENGERTIAN
Power line komunikasi atau daya pembawa line (PLC), juga dikenal sebagai garis Power Digital Subscriber Line (PDSL), komunikasi induk, telekomunikasi listrik line (WBP), daya jaringan line (PLN), atau Broadband lebih dari Power Lines (BPL) adalah sistem untuk membawa data pada konduktor juga digunakan untuk transmisi tenaga listrik .
daya listrik ditransmisikan melalui jalur transmisi tegangan tinggi, yang didistribusikan melalui tegangan menengah, dan digunakan di dalam gedung pada tegangan rendah. Powerline komunikasi dapat diterapkan pada setiap tahap. Kebanyakan teknologi PLC membatasi diri untuk satu set kabel (misalnya, tempat kabel), tetapi beberapa dapat silang antara dua tingkat (misalnya, baik jaringan distribusi dan kabel tempat). Biasanya trafo mencegah menyebarkan sinyal, yang memerlukan beberapa PLC teknologi yang akan digunakan untuk membentuk jaringan yang sangat besar.

PERANGKAT PLC
Perangkat-perangkat yang dibutuhkan dalam merealisaikan jaringan akses PLC yaitu Base Station, Modem, Repeater, dan Gateway. Base Station dan Modem adalah perangkat dasar dari sistem PLC. Tugas utama dari perangkat dasar adalah persiapan sinyal dan konversinya yang untuk selanjutnya ditransmisikan melalui kabel listrik dan akan ditangkap di penerima.

overview jaringan plc.jpg
· Medium-voltage master (MM) : perangkat yang menghubungkan jaringan backbone dengan MV-PLC.
· Medium-voltage slave (MS) dan low-voltage master (LM) : perangkat yang mengubah sinyal antara LV-PLC dan MV-PLC.
· Low-voltage slave (LS) : perangkat yang mengubah sinyal antara LM dan perangkat user di rumah.
· Repeater (Re) : perangkat yang menguatkan sinyal antar modem MV-PLC
Berikut ini penjelasan fungsi dari masing-masing perangkat PLC :

* Modem



fungsi dari modem plc.jpg

Sebuah Modem PLC merupakan alat dasar komunikasi data yang digunakan oleh pengguna melalui media transmisi kabel listrik. Pada sisi pengguna ada beberapa standard interface yang dapat digunakan, misalnya Ethernet USB dan RG45. Pada sisi lainnya Modem PLC ini dihubungkan dengan kabel listrik yang menggunakan metode kopling khusus sehingga dapat menginjeksikan sinyal data ke media kabel listrik dan dapat diterima di sisi penerima.

Kopling tersebut berguna untuk memastikan pemisahan listrik dengan aman dan juga berguna sebagai high pass filter yang memisahkan sinyal komunikasi diatas frekuensi 9 kHz dari frekuensi daya listrik 50 atau 60 Hz. Untuk mengurangi emisi elektromagnetik dari saluran listrik, kopling tersebut bekerja diantara 2 fasa pada area akses dan antara sebuah fasa dan pada konduktor yang netral di area dalam rumah. Modem PLC ini melakukan semua fungsinya pada layer fisik termasuk modulasi dan pengkodean. Data link juga dilakukan pada Modem PLC ini termasuk MAC dan LLC sublayer

* Base Station



fungsi dari base station.jpg

Sebuah Base Station PLC menghubungkan sistem akses dari PLC ke jaringan backbone. Base Station ini merealisasikan hubungan antara jaringan komunikasi backbone dan media transmisi kabel listrik. Namun, Base Station tidak menghubungkan perangkat pengguna secara sendiri, tetapi dapat menyediakan jaringan komunikasi multiple, seperti xDSL, SDH untuk koneksi jaringan kecepatan tinggi, WLL untuk koneksi wireless, dan lainnya. Dengan cara ini, sebuah Base Station dapat digunakan untuk merealisasikan hubungan dengan jaringan Backbone menggunakan teknologi komunikasi yang bervariasi.

Biasanya Base Station mengontrol jaringan akses PLC. Namun, realisasi dari jaringan kontrol atau fungsi khususnya dapat direalisasikan dalam cara terdistribusi. Pada kasus khusus setiap Modem PLC dapat mengambil alih kontrol sebuah jaringan operasi dan perealisasian hubungan dengan jaringan backbone

* Repeater

Dalam beberapa kasus, jarak antara pengguna PLC yang ditempatkan di jaringan layanan low-voltage dan Base Station terlalu jauh untuk saling terhubung. Agar dapat terealisasi maka dibutuhkan beberapa Repeater. Repeater berfungsi membagi jaringan menjadi beberapa segmen, dan dapat mengubah jangkauan yang dapat dicakupi oleh jaringan sistem PLC. Segmen atau tingkatan pada jaringan dipisah dengan menggunakan frekuensi yang berbeda-beda. Cara kerjanya yaitu Repeater menerima sinyal transmisi pada frekuensi f1, dikuatkan dan diinjeksikan ke jaringan namun dalam bentuk frekuensi f2. Namun, Repeater tidak mengubah isi dari informasi yang ditransmisikan.


fungsi dari repeater.jpg




* Gateway

Ada 2 pendekatan untuk koneksi yang dapat dilakukan oleh pengguna PLC melalui soket dinding ke jaringan sistem PLC:
1. Direct connection, yaitu koneksi langsung

2.


koneksi pengguna menggunakan gateway.jpg

Indirect connection over a Gateway, yaitu koneksi melalui Gateway Pada kasus pertama, Modem PLC langsung dihubungkan ke seluruh jaringan Low-voltage dan juga langsung terkoneksi ke Base Station. Tidak ada pembagian antara area outdoor dan indoor, dan sinyal komunikasi ditransmisikan melalui unit Power meter. Namun, layanan pada jaringan Power Supply indoor dan outdoor sangatlah berbeda, yang dikarenakan masalah tambahan lain yaitu karakteristik dari saluran transmisi dan masalah kesesuaian elektromagnet.
Oleh karena itu, pada sistem indirect connection digunakan sebuah Gateway dan sering digunakan sebagai solusi untuk direct connection. Gateway digunakan untuk membagi jaringan akses PLC dengan jaringan PLC di dalam rumah. Gateway juga mengkonversikan atau mengubah sinyal yang ditransmisikan antara frekuensi yang digunakan wilayah akses rumah. Biasanya diletakkan dekat dengan meteran listrik. Fungsi tambahan lainnya yaitu memastikan pembagian akses dalam sebuah pada logical network. Sehingga Modem PLC yang ada pada area ruang lingkup sebuah atau rumah dapat saling berkomunikasi tanpa khawatir informasi akan keluar ke area akses. Pada kasus ini, sebuah Gateway PLC berfungsi sebagai local Base station yang mengontrol komunikasi antara Modem PLC internal dan juga antar alat internal dan sebuah akses network. Umumnya sebuah Gateway dapat diletakkan dimanapun di dalam jaringan akses PLC untuk menyediakan sinyal regenerasi (fungsi sebagai Repeater) dan juga pembagi jaringan pada level logical. Dengan cara ini, sebuah PLC dapat dibagi menjadi beberapa subnetwork yang menggunakan media transmisi fisik yang sama



koneksi pengguna tanpa melalui gateway.jpg


Pada gambar dapat dilihat, kedua Gateway dioperasikan sebagai Repeater yang mengkonversikan sinyal transmisi antar frekuensi f1 dan f2(atau f2 dan f3), sama baik dengan f2 dan f3(atau f2 dan f3). Komunikasi antar anggota dari subnetwork dan Base station sangat mungkin jika melalui Gateway yang bertanggung jawab. Namun, jaringan tersebut dapat diatur sehingga Base Station tersebut langsung mengontrol sejumlah pengguna (subnetwork I). Gateway tersebut dihubungkan ke jaringan dengan cara yang sama seperti Repeater. Kesimpulannya, jumlah yang meningkat dari Gateway dalam sebuah jaringan PLC mengurangi kapasitas dan mengakibatkan biaya yang tinggi. Namun, saat Repeater hanya menyediakan sinyal sederhana yang diteruskan, Gateway dapat menyediakan layanan pembagian secara pintar pada sumber jaringan yang ada, dan memastikan jaringan yang lebih efisien

PLC (Power Line Communication)

Teknologi Power Line Communication (PLC) adalah sebuah teknologi yang memungkinkan transmisi data melalui jaringan distribusi listrik. Keunggulan utama sistem PLC adalah fleksibilitasnya karena tidak perlu menyediakan infrastruktur media komunikasi secara terpisah dan khusus. Ketersediaan infrastruktur jaringan listrik sampai ke pelosok wilayah dan fleksibilitas operasional serta nilai ekonomisnya, menyebabkan teknologi PLC tersebut sangat layak untuk dipertimbangkan pemanfaatannya. Karena pemanfaatannya langsung dengan user, maka sering jaringan PLC diistilahkan sebagai last-mile communications networks.
Secara umum kita bisa membagi sistem PLC menjadi dua bagian ; Narrowband PLC dengan data rate rendah ( sampai dengan 100 kbps) dan Broadband PLC dengan data rate lebih dari 2 Mbps.
Ketika pertama kali dikembangkan, PLC hanya mampu memberikan kecepatan data sebesar 60 bit per second, karena masih menggunakan teknik modulasi seperti modulasi linear AM, double-sideband AM, single side band AM (SSB-AM), dan FSK. Akibatnya, teknologi ini tidak dapat mengakomodasi komunikasi kapasitas besar sehingga hanya digunakan untuk komunikasi kecepatan rendah, seperti pemonitoran dan pengontrolan.
Dengan menerapkan metode modulasi penerobosan (breakthrough) seperti Wide Bandwidth Spectrum Spread Method, Multi-Carrier Method, dan metode Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) ke PLC, maka didapatkan kecepatan tinggi dan komunikasi dengan kapasitas besar. Kini Gateway PLC mampu memberikan kecepatan data lebih dari 200 Mbps, berlipat-lipat kali lebih cepat daripada koneksi melalui modem.
Power line komunikasi atau listrik carrier (PLC), juga dikenal sebagai garis Power Digital Subscriber Line (PDSL), induk komunikasi, listrik telecom (WBP), atau jaringan listrik (PLN), adalah sebuah sistem untuk membawa data pada sebuah konduktor juga digunakan untuk transmisi tenaga listrik. Broadband lebih dari Power Lines (BPL) menggunakan PLC dengan mengirim dan menerima informasi bantalan sinyal melalui jaringan listrik untuk menyediakan akses ke Internet.
Daya listrik ditransmisikan melalui jalur transmisi tegangan tinggi, yang didistribusikan melalui tegangan menengah, dan digunakan di dalam bangunan pada tegangan rendah. Powerline komunikasi dapat diterapkan pada setiap tahap. Kebanyakan teknologi PLC membatasi diri mereka untuk satu set kabel (misalnya, bangunan kabel), tetapi beberapa dapat silang antara dua tingkatan (misalnya, baik jaringan distribusi dan tempat kabel).
Semua sistem komunikasi listrik beroperasi dengan “mencetak sebuah pembawa termodulasi sinyal pada sistem pengkabelan. Berbagai jenis komunikasi Powerline menggunakan pita frekuensi yang berbeda-beda, tergantung pada karakteristik transmisi sinyal dari kabel listrik yang digunakan. Karena sistem kabel listrik ini awalnya ditujukan untuk transmisi listrik AC, dalam konvensional digunakan, kekuatan kawat sirkuit hanya memiliki kemampuan terbatas untuk membawa frekuensi yang lebih tinggi. Masalah propagasi merupakan faktor pembatas untuk tiap jenis komunikasi listrik. Sebuah penemuan baru yang disebut E-Line yang memungkinkan kekuasaan satu konduktor pada overhead listrik untuk beroperasi sebagai Waveguide untuk memberikan atenuasi rendah propagasi RF melalui jalur energi gelombang mikro sementara memberikan informasi tingkat Gbps beberapa pengecualian untuk keterbatasan ini.
Tarif data melalui sistem komunikasi listrik sangat bervariasi. Frekuensi rendah (sekitar 100-200 kHz) pengangkut terkesan pada transmisi tegangan tinggi baris dapat membawa satu atau dua rangkaian suara analog, atau telemetri dan sirkuit kendali dengan data yang setara tingkat beberapa ratus bit per detik, namun sirkuit ini mungkin bermil-mil lama. Kecepatan data yang lebih tinggi biasanya menunjukkan rentang yang lebih pendek; suatu jaringan area lokal yang beroperasi pada jutaan bit per detik mungkin hanya mencakup satu lantai di sebuah gedung perkantoran, tapi menghilangkan berdedikasi instalasi kabel jaringan.
1. Konsep Dasar PLC
Konsep dasar PLC adalah menumpangkan sinyal data pada jaringan listrik dengan teknik modulasi. Jaringan listrik di Indonesia menggunakan frekuensi 50 Hz, sedangkan sinyal data yang dimasukkan ke dalam jaringan listrik tersebut memiliki frekuensi sepuluh juta kali lebih besar, yaitu 500 MHz, sehingga tidak terjadi kondisi saling melemahkan. Hal ini dilakukan di gardu listrik distribusi (distribution substation) yang bertegangan rendah 220 volt. Listrik yang masuk ke konsumen, kemudian akan dipisahkan kembali antara sinyal listrik dengan sinyal data.
Pada gardu distribusi, tegangan tinggi diturunkan tegangannya dan terhubung dengan infrastruktur komunikasi, baik berupa fiber, kabel coax, jaringan nirkabel, maupun jaringan satelit. Repeater dipasang setiap jarak sekitar 300 meter, untuk memperkuat dan meng-generate kembali sinyal yang ditransmisikan.
Pada sisi pelanggan akhir dari jaringan, CAU (Customer Acces Units) menghubungkan peralatan pengguna apakah itu telpon, komputer atau yang lainnya, ke jaringan kabel listrik utama. CAU ini juga sebagai unit-unit pengkondisi yang berfungsi untuk mengisolasi secara elektrik peralatan-peralatan pengguna dari kabel listrik utama, juga untuk mengekstraksi sinyal data dari arus listrik.
CAU ini dihubungkan ke infrastruktur komunikasi yang merupakan tegangan rendah induk (240-415 volt). Pada substasiun listrik dimana jaringan distribusi tegangan rendah berasal, sinyal-sinyal diinjeksikan ke dalam jaringan tegangan rendah dari jaringan data konvensional eksternal (kabel tembaga koaksial, kabel optik fiber, jaringan nirkabel, atau bahkan jaringan satelit). Jadi meskipun komunikasi data dapat dipropagasi melalui kabel listrik, beberapa jaringan konvensional harus tetap ada atau diinstal ke substasiun. Sampai saat ini belum ada metoda yang ditemukan untuk melakukan propagasi sinyal-sinyal data melalui jaringan tegangan tinggi (> 415 volt).
Secara khusus, frekuensi sinyal daya listrik adalah dalam range 50/60Hz. Dengan pengkondisian, sinyal-sinyal data ini dinaikkan ke frekuensi ultra tinggi dalam range 500/600MHz, sehingga data dapat dilapiskan ke atas kabel utama listrik tanpa terjadi kondisi saling melemahkan. Interferensi diminimalkan dengan memecah arus data ke bentuk paket-paket sebelum diinjeksikan ke dalam jaringan listrik. Sistem komersial dapat menawarkan laju data digital dalam kecepatan kelipatan lebih dari 32 kbps ke maksimum arus yang diperkirakan mencapai 1 Mbps. Laju data ini relatif sangat stabil, bebas dari noise dan menawarkan spektrum-spektrum yang dapat digunaan dalam range 6 dan 10 MHz ke para pelanggan akhir dari jaringan distribusi dan kira-kira spektrum 20 MHz ke para pelanggan yang lebih dekat dengan substasiun.
Nilai tambah bagi perusahaan-perusahaan listrik adalah bahwa sekali teknologi ini diimplementasikan akan memungkinkan mereka untuk memperoleh nilai tambah ke jaringan mereka sendiri dengan berkemampuan untuk membaca meteran listrik pintar dan mampu menyediakan peranti pengelolaan demand/supply cerdas yang memberi kemampuan pada perusahaan dalam mengimplementasikan sistem tarif yang inovatif ataupun sistem reward energi yang lain.
2. Arsitektur Jaringan
Secara umum, PLC dikembangkan menjadi dua macam aplikasi yaitu outdoor-PLC yaitu PLC untuk menghantarkan Internet melalui jaringan listrik dan indoor-PLC, yaitu PLC untuk jaringan lokal dalam sebuah Local Area Network (LAN). Banyak sekali istilah yang digunakan untuk kedua aplikasi ini. Outdoor-PLC dikenal dengan Access Broadband Power Line (BPL), PLC Access Network atau Digital PowerLine (DPL 1000), sedangkan indoor-PLC dikenal juga dengan PLC Home Networking atau in-house PLC.
• Outdoor PLC
Outdoor-PLC adalah bagian yang berhubungan langsung dengan backbone jaringan telekomunikasi. Beberapa sistem telekomunikasi yang dapat difungsikan sebagai backbone ini seperti Fiber Optik, xDSL, dan Wireless Local Loop (WLL). Sehingga sinyal yang berasal dari backbone telekomunikasi ini akan dikonversi menjadi sinyal yang dimengerti oleh PLC. Perangkat PLC ini biasa disebut main unit atau base unit. PLC menggunakan bagian tegangan rendah dari infrastruktur distribusi listrik yang telah ada guna menyediakan pelayanan data ke pelanggan di rumah-rumah.
• Indoor PLC
Teknologi lain yang menggunakan jaringan listrik sebagai media untuk komunikasi data adalah indoor-PLC atau PLC Home Networking, sebuah teknologi yang menggunakan saluran-saluran tegangan rendah internal (dan kabel yang menghubungkannya) dalam gedung sebagai media untuk Local Area Network (LAN) yang dikembangkan secara plug and play sehingga mudah untuk dipindah-pindahkan.Indoor-PLC merupakan teknologi yang jauh lebih sederhana dan dibahas di sini sebagai pelengkap teknologi outdoor-PLC yang berskala besar. Indoor-PLC benar-benar merupakan solusi internal dimana di sini tidak melampaui batas-batas tempat pelanggan. Pastinya, indoor-PLC lebih sederhana daripada outdoor-PLC karena jaringan listrik dalam gedung/rumah biasanya sudah merupakan jaringan yang rapih dan terencana. Dalam sistem ini tidak ada peranti yang harus disisipkan ke dalam rangkaian tegangan rendah tidak diperlukan modifikasi pada titik oulet listrik. Faktanya, indoor-PLC sangat sederhana tinggal mencolokkan modem seperti suatu peranti ke bagian belakang komputer personal dan outlet listrik 220 volt konvensional. Tidak seperti outdoor-PLC, indoor-PLC merupakan teknologi yang telah banyak digunakan diseluruh dunia dan tidak membutuhkan pengkabelan khusus, tanpa lisensi, tanpa training khusus (bagian pengguna akhir maupun administratornya) dan tanpa protokol khusus. Kelemahan utama teknologi ini adalah bahwa kecepatannya terbatas sampai 56,6 Kbps, yaitu kecepatan dari modem tercepat. Sehingga sistem ini tidak berguna untuk aplikasi-aplikasi yang lebih dari sekedar transfer data.

NAMA : FINANSIA PALMIRA UTAMI (14/IX F)
               KARIMA BATENNIA MURTI (19/IX F)

Entri Populer